Skip to content

Ini solusi legal menggunakan endnote

Bagi saya yang sudah lama menggunakan endnote rasanya sulit sekali untuk pindah ke reference manager lain. Saat berpindah menggunakan mendeley, harus menyesuaikan banyak hal dari gaya pengutipan hingga harus memikirkan kompatibilitas software. Di awal menggunakan endnote, saya menggunakan X7 (licensed) for windows yang begitu ringan dan jarang sekali crash dengan OS maupun microsoft word. Saat berpindah ke High Sierra, terpaksa harus mengistall Mendeley. Kenapa tidak endnote? Alasannya sangat konvensional yaitu harga endnote $299.95 sedangkan mendeley cukup $0 alias gratis. 


Mendeley memang sangat memanjakan kita dengan sistem claud yang selalu synchronise sehingga akan terus terupdate kapanpun asalkan terkoneksi dengan jaringan internet. Sistem synchronise otomatis ini menjadi keunggulan namun juga menjadi kelemahan mendeley. Menjadi keunggulan karena seluruh aktivitas kita dengan mendelay akan secara otomatis terupdate di server mendeley, sehingga seluruh device kita yang terhubung dengan mendelay juga secara langsung dan otomatis akan terupdate. Namun disisi lain, keunggulan ini justru menjadi kelemahan karena proses updating ini membutuhkan quota internet dan tentunya akan sedikit banyak mengganggu pekerjaan di komputer. 

Menyebabkan delay, kinerja komputer menurun karena memori dan processor komputer bekerja ekstra yaitu bekerja secara stand alone dan synchronise dengan cloud/ server mendeley. Bagi anda yang memiliki komputer super dengan koneksi internet tanpa batas, mungkin persoalan ini menjadi kecil namun bagi saya yang hanya bermodalkan celeron tentu menjadi pertimbangan tersendiri. Harus upgrade memori tentu menjadi solusi tepat tapi dompet belum bersahabat. Sehingga dikala menggunakannya harus mematikan/ disable proses synchronise otomatis mendeley.

Disamping itu, sebelum menggunakan High Sierra, Endnote X7 menjadi teman setia di windows 7 dan Microsoft Word 2016. Artinya seluruh database pustaka referensi sudah masuk ke database endnote tersebut. Dari tahun 2009 saat mengerjakan tesis S2 hingga sekarang (kurang lebih 9 tahun), koleksi artikel sudah berada di endnote. Dikala harus migrasi ke mendeley, rasanya berat dan tentunya memerlukan energi lebih, yaitu mengumpulkan sekian ratus artikel dan memasukkannya ke mendeley. Secara teknis sebenarnya tidak masalah, tinggal drag-drop pdf artikel ke mendeley desktop maka meta data artikel secara otomatis akan terdownload, dengan catatan terkoneksi internet. Misalnya tidakpun, meta data yang ada di pdf file juga secara otomatis akan terbaca oleh mendeley dan masuk ke setiap bilah dialog form mendeley. 

Mudah, tetapi menjadi pertimbangan terakhir adalah kompatibilitas. Mendeley dengan High Sierra belum kompatibel (April 2018) dan sekarang (Juni 2018) kabarnya sudah kompatibel. Sering crash dan membuat microsoft word hang, not responding dan persoalan software lainnya. Dimana persoalan itu sangat jarang ditemui saat menggunakan endnote. Oh… perlu saya infokan bahwa seluruh software yang saya pergunakan adalah licensed baik microsoft windows, microsoft word dan endnote itu sendiri. Sejak 2009 hingga sekarang semoga tetap istikomah menggunakan software halalan toyiban. Info ini saya rasa perlu, karena tidak jarang persoalan software crash terjadi karena salah satu software adalah hasil crack yang menjadikan kurang sempurnanya software.

Kembali ke endnote!. Sudah menumpuknya database referensi di endnote memaksa saya kembali ke partner lama, dan dengan berat hati meninggalkan partner baru yaitu mendeley. Coba cari harga terbaru endnote, ternyata masih harga lama, tidak ada diskon yaitu tetap $US 299,95 dengan kurs rupiah Rp. 13.700,- hampir Rp. 3.000.000,- harga yang mahal bagi saya. Namun, endnote memberikan versi trial 30 hari. Saya coba install endnote X8 dan mensinkronisasi dengan database endnote lama, lancar dan tidak ada trouble. Seperti semula menggunakan, mudah dan user friendly banget. Sampailah masa trial itu berakhir (30 hari).

Tampilan endnote web
Endnote X8 tetap terpasang tapi tidak bisa dijalankan. Sampai menemukan trik untuk menggunakan endnote Web seperti gambar di atas. Berbeda dengan endnote dekstop, seluruh database yang digunakan untuk citation harus mengunduh dari server endnote (web), kemudian kita bubuhkan ke artikel yang sedang kita tulis. Meskipun berjalan normal tetapi beberapa fitur endnote hilang seperti jumlah style kutipan yang menjadi sedikit (kurang dari 20 style) sedangkan kalau kita menggunakan endnote desktop bisa memanfaatkan ratusan style bibliografi. Yang pasti harvard style tidak tersedia di endnote web. Padahal waktu itu saya membutuhkannya guna submit artikel dengan style varian ini.

Kelebihan lain dari endnote desktop adalah jenis kutipan. Ini adalah keunggulan endnote dibandingkan mendeley. Kita bisa membuat kutipan atas artikel didepan sebuah kalimat. Sedangkan Mendeley harus dan harus membuat kutipan di belakang. Jikalau membutuhkan kutipan dj awal kalimat menggunakan mendeley, maka harus edit secara manual. Di Endnote Web, kita juga tidak bisa membuat kutipan di awal kalimat. Sebagai contoh: Menurut Soemarwoto (1983) mutu hidup adalah… Jenis kutipan seperti ini sangat mudah dibuat disaat kita menggunakan endnote desktop dan menjadi tidak bisa dikala menggunakan endnote web apalagi mendeley. Meski demikian, banyak fitur yang berkurang disaat kita migrasi dari endnote desktop ke endnote web, tetapi endnote web memberikan layanan secara gratis. Seluruh fiturnya tetap bisa kita akses baik melalui web maupun ipad seperti gambar di bawah ini.

Tampilan endnote di iPad


%d bloggers like this: