Skip to content

Seberapa signifikan perbaikan skripsimu?

Seberapa signifikan sih perbaikan skripsi yang sedang di buat oleh mahasiswa? Tidak membantah sih kalau skripsi atau tugas akhir memang pekerjaan yang cukup menyita ‘kehidupan’ mahasiswa dari waktu, biaya, hingga kesempatan untuk bersenang-senang lainnya. Waktu untuk bercengkrama dan bercanda dengan pujaan hatipun terkadang harus tergadaikan oleh makhluk non-ghaib bernama skripsi. Tidak jarang mahasiswa juga mengeluhkan begitu sulitnya mengerjakan skripsi. Ditambah lagi banyak juga yang mempersoalkan begitu sulitnya menemui dosen pembimbing untuk sekedar konsultasi dan mendapatkan masukan. Banyak cerita tentunya dari para mahasiswa akhir yang sedang berjibaku dengan setumpuk buku ini.
Meskipun banyak cerita di balik penyusunan skripsi dari berbagai versi, tulisan ini menyajikan cerita dibalik skripsi juga dari sudut pandang seorang pembimbing. Tidak sulit sebenarnya mendapatkan berbagai referensi dari yang berbahasa Indonesia hingga yang berbahasa Spayol di Internet. Beberapa kali juga ada yang berusaha membuatnya sedikit sama pesis dengan referensi yang dia kutip. Entah memang terlalu terhipnotis oleh kualias referensi yang dibaca kemudian berusaha menyadur ide hingga tulisannya atau memang sedang agak malas berfikir. Praktek ini di negara kita diatur oleh peraturan menteri pendidikan nasional No 17 tahun 2010 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Plagiat di Perguruan Tinggi. Sanksi yang diberikanpun beragam dari ringan berupa teguran hingga berat berupa pembatalan ijazah kelulusan.Menurut saya, jika ada tindak plagiasi oleh mahasiswa itu bukan 100% kesalahan mahasiswa. Ada kurang kejelian pembimbing juga dalam memberikan arahan. Mungkin tidak membaca seluruh manuskrip. Atau mungkin ‘malas’ membaca manuskrip dimana seluruh kalimatnya adalah predikat semua. Ya… itu adalah persoalan-persoalan ringan yang terkadang cukup membuat mood kita turun. Meskipun banyak software pendetek plagiasi baik yang berbayar maupun gratisan, tetapi itu saja tidaklah cukup. Harus ada keseriusan kedua belah pihak di dalam membimbing (1) substansi penelitian, (2) cara penulisan, (3) cara pengutipan, hingga (4) cara menyajikannya. Komplit sekomplit-komplitnya. Terkadang juga harus mendengarkan berbagai curhat beda generasi dan beda umur yang sedikit tidak nyambung.

Kembali ke judul artikel ini. Seberapa signifikan perbaikan skripsimu? Untuk menjawabnya ya harus di baca oleh pembimbing. Yang cukup membosankan pembimbing adalah di kala kami harus membaca dari awal hingga akhir dikalikan berapa kali asistensi dan berapa jumlah mahasiswa bimbingan. Coba bayangkan saja kalau ada 3 mahasiswa bimbingan TA masing-masing menulis TA sebanyak 100 halaman kemudian asistensi sebanyak 3 kali saja. Bisa kita hitung dengan mudah bahwa dosen pembimbing bakal membaca 300 halaman sebanyak 3 kali atau kalau di total ya bakal membaca 900 halaman. Padahal mahasiswa asistensi tidak mungkin hanya 3 kali, lebih. Ada tiga tahapan kalo di departemen saya yaitu penyusunan proposal TA (ada asistensi), kemudian ujian pembahasan TA (sebelumnya juga asistensi), kemudian di perbaiki dan maju ke sidang TA atau ujian akhir TA, sebelumnya juga asistensi. Tidak perlu dibayangkan betapa capeknya.

Meskipun solusinya adalah dengan cara membaca setiap tugas akhir, tetapi dosen juga manusia. Kadang masuk angin, kadang PMS juga bagi yang perempuan, dan kadang harus mengajari anak-anak kami membaca dan mendampingi mereka mengerjakan PR. Rutinitas paginya membuat sarapan dan mengantarkan anak ke sekolah. Yang terkadang mood untuk membaca TA menurun. Namun Itu bukan menjadi alasan bagi kami untuk menelantarkan anda sebagai mahasiswa. Tidak akan ditelantarkan, yakin, kalau ada itu pasti oknum…☺. Namun ada saja mahasiswa yang cukup memanfaatkan ‘kesibukan’ dan ‘kelemahan’ dosen itu. Kelemahan yang dimaksud adalah dikala kami benar-benar tidak mood dan tidak siap 100% membaca seabrek tugas akhir. Dari yang saya amati selama 6 tahun menjadi seorang guru, biasanya mereka melakukan hal berikut:

Mahasiswa baik

  • Menunjukkan kepada dosen pembimbing perbaikan yang sudah dilakukan.
  • Menjelaskan progress dari tugas akhirnya.
  • Menjelaskan rencana apa saja yang akan dilakukan untuk menyelesaikan tugas akhirnya.
  • Bertanya untuk mengkonfirmasi apakah yang dia lakukan sudah benar atau masih perlu perbaikan.
  • Tidak lupa tersenyum.
Mahasiswa baik, tapi kurang sedikit
  • Bertanya apa yang harus dilakukan, seakan-akan tidak mau menggunakan idenya yang masih original.
  • Memperbaiki setiap revisi hanya pada kalimat yang dikomentari atau mungkin di coret. Selain itu, lembaran yang masih bersih tidak ada coretan/ komentar dianggap sudah benar.
  • Mengeluhkan persoalannya di dalam penyusunan TA
  • Tersenyum juga.
Mahasiswa baik, tapi butuh perhatian
  • Setelah asistensi, mendapatkan perbaikan, kemudian hilang dan tidak kembali lagi.

Apa yang saya lakukan untuk mengecek signifikansi perbaikan skripsi? Ya meskipun umur saya sudah menginjak 35 tahun tetapi saya juga masih tergolong generasi milennial yang sedikit-banyak menguasai berbagai teknologi komputer dan juga internet. Untuk mengeceknya ya mudah cukup menggunakan fasilitas yang sudah di sediakan oleh Undip ataupun fasilitas pribadi saya untuk bekerja. Fasilitas dari Undip yang sering saya gunakan adalah Turnitin.com, dilanggan Undip dan kebetulan saya memiliki akun turnitin. Ulasan mengenai turnitin ini sudah banyak saya tulis di blog ini di bagian teknologi dan meja editor. Nah khusus mengecek signifikansi perbaikan skripsi ini biasanya saya menggunakan dua teknik yang semuanya sudah disediakan oleh Microsoft Word, yaitu Track Changes dan Compare Document, keduanya di bagian Review.

Contoh penggunakan track changes saat review tugas akhir

Kedua metode itu (track changes dan compare document) tidak saya terapkan bersamaan. Pilih salah satu saja. Biasaya diterapkan untuk dua karakter mahasiswa yaitu (1) mahasiswa yang cukup high tech, dan (2) mahasiswa yang kurang begitu familier dengan teknologi komputer. Kapan saya menggunakannya?

Track changes
Metode ini biasanya saya gunakan dikala mahasiswa cukup high tech, mereka memahami sistem clouding dan syukur-syukur memahami mekanisme collaborative authorship. Bagaimana metode ini bekerja? Biasanya saya meminta mahasiswa untuk bekerja di dalam 1 file yang kemudian disimpan di cloud bisa di google drive atau onedrive. Seluruh pekerjaan mahasiswa akan di simpan di cloud itu, saya akan memberikan komentar dengan cara mengaktifkan track changes di microsoft word. Mahasiswa akan membaca setiap komentar dan contoh kalimat yang saya buat di dokumennya. Bagi mahasiswa yang memiliki microsoft word terlisensi atau asli bisanya tidak hanya cukup di cloud tetapi juga collaborative authorship, caranya mahasiswa yang membuat tugas akhir menyimpan filenya di onedrive (cloud yang disediakan oleh Microsoft), kemudian mahasiswa tersebut mengundang saya sebagai salah satu penulis di file tersebut. Melalui share file kemudian invite people di bagian menu file, mahasiswa diminta menuliskan email orang yang diajak menjadi collaborative author. Dengan cara ini mahasiswa dan saya akan bekerja di 1 file yang sama, kemudian seluruh pekerjaan kami akan disimpan di cloud.

Collaborative author di Microsoft Word

Sangat terbantu! Bukan hanya mahasiswa yang terbantu tetapi kami selaku pembimbing juga terbantu. Kami tidak perlu mengulang apa yang sudah di sampaikan sebelumnya, semuanya terekam di track changes. Setiap perbaikan hingga penambahan materi yang diberikan mahasiswa terekam oleh microsoft word dan juga akan mudah kita telisik lebih jauh history-nya.

Compare document. Metode ini saya terapkan dikala mahasiswa cukup rendah-medium kemampuan literasi teknologi komputer dan internet. Seluruh file perbaikan tugas akhir yang sebelumnya dia kerjakan selalu saya simpan di 1 folder yang sama. Satu mahasiswa memiliki 1 folder di cloud drive saya. Biasanya mahasiswa mengirim revisian dalam bentuk file ke email. Oh ya, saya tidak menerima revisi tugas akhir dalam bentuk print out. Selain mahal, tidak efisien saya tidak bisa melakukan tracking atas perbaikan yang sudah dilakukan oleh mahasiswa. File lama dan file baru biasanya saya bandingkan dengan memanfaatkan fasilitas compare document di microsoft word. Tidak selalu seperti itu. Biasanya dikala saya membaca dan menemukan tidak banyak perubahan atas file draft TA sebelumnya maka akan dilakukan proses perbandingan ini.

Compare document
%d bloggers like this: