Skip to content

Terpaksa harus bikin kelas online pribadi

Ini sebenarnya ‘proyek kecelakaan’, tidak ada niat sebelumnya untuk membuat kelas online pribadi yang dikelola sendiri memanfaatkan server gratisannya moodlecloud.com. Karena alasan keterbatasan referensi di Program Studi Di luar Kampus Utama (PSDKU) PWK Undip Pekalongan mengharuskan saya meminta bantuan tim IT kampus untuk membuat 1 kategori khusus PSDKU di website kuliah online kampus. Sayang, permohonan saya ini tidak ada jawaban apakah akan dibuat ataukah tidak. Menunggu lebih dari 3 bulan dan tidak segera muncul slot PSDKU di website kuliah virtual kampus. Ya sudah, mungkin mereka sedang lelah, saya coba berselancar di internet mencari berbagai platform gratisan yang bisa saya manfaatkan. Banyak sebenarnya, salah satunya adalah google classroom yang juga pernah saya ulas di blog ini. Tetapi karena ada term and condition yang mensyaratkan bukan untuk perkuliahan di kampus maka akhirnya saya urungkan. Tidak jadi menggunakan google classroom. Alasannya sangat logis, yaitu google sudah menyediakan google apps for education gratis untuk sekolah maupun perguruan tinggi. Kita bisa memanfaatkan google apps ini, tetapi kita harus mensinkronkan DNS domain dengan google. Sedangkan saya sendiri tidak memiliki akses ke control panel domain/ website kampus. No choice, thinks, learn and make a crazy thing. 

ffce91ef-aed9-414d-9a94-9a64392c5aae

Mendapat suntikan ide dari adik yang kebetulan seorang sarjana komputasi statistik, menyarankan saya untuk mencoba moodle, akhirnya saya putuskan mencoba dan membuatnya. Kebetulan kelas online kampus juga menggunakan moodle classic yang tidak pernah diupdate. Benar-benar classic!. Di moodlecloud.com saya melanggan hosting gratisan milik moodle, mendapatkan fasilitas yang rendah yaitu space 200 MB, dan akun maksimal 50 user. Meskipun mendapat layanan yang rendah, tetapi saya tetap bisa memiliki nama website khusus yaitu kelassarif, sama persis dengan nama blog ini pertama kali saya buat untuk sharing pengalaman dan pengetahuan selama mengajar di kampus.

Meskipun layanan di moodle ini sangat lengkap tetapi saya hanya memanfaatkannya sebagai file management saja. Storage sebesar 200 MB tidak saya manfaatkan sama sekali. Terlalu sendikit! jadi seluruh file materi perkuliahan untuk mahasiswa tidak saya upload ke moodle tetapi saya buat dalam bentuk visual story page dan membuat embed di material page di moodle. Mengingat akun yang disediakan juga terbatas yaitu 50 akun (maksimal), maka saya membuat 1 akun khusus mahasiswa, saya share akun dan passwordnya ke mereka. Dengan leluasa mereka bisa login dan melihat materi perkuliahan yang sudah pernah saya sampaikan di dalam kelas. Artinya storage 200 MB, tidak digunakan sama sekali, begitupula dengan keterbatasan akun. Memang langkah ini tidaklah ideal, harusnya setiap mahasiswa memiliki akun, mereka bisa login secara pribadi dan bisa mengerjakan tugas-tugas yang saya kirimkan secara online. Tetapi mengingat keterbatasan itu, saya tidak memiliki banyak pilihan.

storage

Storage di moodlecloud tetap 0 MB, dari 50 user hanya terpakai 5 user

Di tulisan ini, saya tidak akan memberikan tutorial bagaimana membuat moodlecloud, sudah banyak yang mengulasnya. Bagi yang tertarik dengan kelas online ini, silakan browsing saja dan ikuti langkah demi langkah. Di blog ini saya hanya ingin menjelaskan berbagai keuntungan yang saya dapatkan dengan membuat kelas online ini, yaitu:

File management. Alasan utama saya sebenarnya adalah sebagai media untuk manajemen file perkuliaha. Saya membutuhkan ini ketimbang harus memberikan file PPT atau file PDF ke mahasiswa. Dulu saya menyerahkan file-file seperti itu sebagai bahan bagi mereka untuk belajar. Tetapi setelah saya temukan banyak sekali file-file materi kuliah saya di internet di portal-portal sharing data, maka saya putuskan tidak akan memberikan file lagi ke mahasiswa. Kenapa? karena file materi perkuliahan itu bersifat dinamis, kita akan mengupdate setiap tahunnya sesuai dengan isu-isu terbaru yang berkaitan dengan materi yang akan kita ajarkan di depan mahasiswa. Artinya bisa saja materi yang kita ajarkan hari ini bakal dianggap tidak relevan lagi di masa depan. Bisa karena teorinya sudah berubah atau bisa juga studi kasus yang digunakan untuk memperjelas literatur juga sudah usang. Alasan itulah yang memaksa saya harus menghentikan penyebar luasan file PDF maupun PPT secara langsung ke mahasiswa.

Konsekuensi dari keputusan itu adalah saya harus menyediakan materi perkuliahan yang bisa diakses secara langsung, tidak bisa didownload dan diupload lagi. Mahasiswa bisa mengakses materi kapan saja, dimana saja dan menggunakan device apa saja. Bisa handphone, tablet atau bahkan komputer mereka masing-masing. Saya memilih visual story page menggunakan adobe spark yang juga saya ulas di blog sederhana ini.

Moodle

Tampilan kelas online di moodlecloud.com

Integrasi materi kuliah. Tujuan kedua saya membuat kelas online ini adalah untuk membuat integrasi materi kuliah dalam bentuk html. Materi dalam bentuk visual story page tadi saya embed dengan page yang ada di moodle. Sehingga mahasiswa tidak lagi mendownload & membaca materi PDF tetapi justru membaca secara langsung materi kuliah di browser google chrome atau di safari.

materi kuliah

Materi kuliah setelah embed di moodle

Bagi saya, ini cukup membantu pekerjaan saya. Setidaknya saya punya file manager online yang bisa saya update setiap saat. Mahasiswa juga dimudahkan untuk mengaksesnya. Bagi yang tidak bisa online di browser, ada layanan moodle mobile juga yang bisa di download dari playstore maupun apple store. Mudah, sangat mudah.

%d bloggers like this: