Skip to content

Mengkonversi alamat ke titik koordinat

Tema riset ini sangat baru bagi saya. Spatial econometric, memandang kota dari ilmu ekonomi dan juga spasial. Sama halnya dengan teori Von Thunen dan Christaller, bukan hanya melihatnya dari penataan ruang tetapi juga nilai lahan. Di dalam penelitian ini, saya harus membahas perubahan harga lahan akibat bencana di wilayah pesisir Jawa Tengah. Menggunakan metode klasik tahun 1970-an, hedonic pricing model. Saya tidak akan menjelaskan detail riset itu disini, masih under construction, belum mudeng 100%. Masih meraba-raba, apa yang harus dilakukan dan sumbangan teoritis apa nantinya.

Yang pasti di riset ini, saya harus belajar lagi GIS. Dolanan lawas yang sudah lama ditinggalkan. Terakhir hanya mengenal ArcVIEW 3.3 untuk membuat analisis spasial sederhana. Sekarang harus belajar lagi, saya memilih Quantum GIS atau QGIS. Alasan utamanya adalah gratis dan open source jadi saya bisa bebas menggunakan hingga modifikasi software ini. Namun QGIS saja rasanya tidak cukup, harus ditambah dengan R, aplikasi khusus statistik. Open source juga. Saya mengenal software ini sekitar 3 tahun lalu, dikala Adik yang belajar di komputasi statistik mengajarkannya di depan mahasiswa PWK. Jatuh hati juga ke software gratisan ini. Banyak add on atau package yang banyak di bangun oleh komunitas software seluruh dunia. Lebih powerfull R ketimbang SPSS yang sangat mahal itu, menurut saya.

Spacial econometric akan saya eksekusi di dua software itu, QGIS dan R. Data dasarnya adalah harga lahan yang didapatkan dari transaksi jual beli tanah, nanti akan menjadi fungsi Y-nya, atau dependent variable. Sedangkan independent variable lainnya akan sama-sama dieksekusi sesuai kaidah hedonic pricing model. Itu nanti, masih dipikirkan untuk dilakukan.

Menjadi tantangan besar saat ini adalah bukan cara eksekusinya di R maupun QGIS, namun bagaimana mengkonversi alamat ke dalam titik koordinat. Aplikasinya sudah ada, bisa pakai Google API ataupun cukup menggunakan Google Sheet. Secara software, gampang, tidak sulit sama sekali. Langkahnya cukup mudah yaitu: (1) aktifkan add on map my sheet di Google Sheet, kemudian (2) eksekusi saja. Dari sisi software mudahlah, menjadi tantangan saat ini adalah bagaimana konversi alamat khas Indonesia yang sangat lengkap dengan RT dan RW, sedangkan Google tidak mengenalinya.

Langkah manual sebenarnya bisa dilakukan, yaitu dengan copy paste saja ‘alamat’ ke bilah search google. Kita akan diarahkan ke titiknya di google maps. Namun bagaimana kalau alamat yang harus diolah 1.704? Saya rasa tidak mungkin kalau dilakukan dengan cara manual, bisa habis waktu hanya untuk utak-atik titik koordinat.

Dari data 1704 transaksi jual beli tanah itu, saya coba konversi menggunakan Google sheet. Lumayan, bisa meskipun tidak semuanya valid. Kenapa? Sebagai contoh Nama Jalan RA Kartini bisa jadi ada di Kota Semarang tetapi juga ada di Belanda, google akan membacanya secara acak. Untuk memfilternya kita bisa tambahkan nama kelurahan, kecamatan, kota, provinsi hingga negara. Apakah itu cukup menjadi solusi? – Nyatanya tidak. Tetap saja akan menempatkan titik sesuai dengan urutan nama. Contoh riilnya begini: Jl. RA Kartini No 2, Kecamatan Semarang Timir, Kota Semarang, Jawa Tengah. Query yang dibaca google adalah: (1) Jl. RA Kartini No 2, (2) Kecamatan Semarang Timur, (3) Kota Semarang, dan (4) Jawa Tengah. Artinya adalah jika ada jalan RA Kartini di Kota Semarang dan juga di Belanda, maka google akan melakukan marking di 2 tempat itu.

Gambar di atas menunjukkan kesalahan titik-titik koordinat yang dikonversi dari alamat. Tidak tepat sama sekali, banyak yang geser dan itu menandakan titik yang salah. Harusnya seluruh titik berada di Pekalongan, lokasi dimana riset di lakukan. Tersebar seantero jagat raya, bahkan ada 2 titik plesiran hingga ke negara Romania. Kenapa demikian? alamat titik lokasi itu ada di blok 26 dimana blok 26 ini ada di Pekalongan dan juga di Romania. Google lebih menangkap blok 26 Romania ketimbang yang ada di Pekalongan.

Buat google membaca terbalik. Google harus membacanya terbalik agar akurasi titik lebih tinggi. Menggunakan contoh di paragraf di atas maka akan sangat disarankan untuk mengubahnya menjadi: Jawa Tengah, Kota Semarang, Kecamatan Semarang Timur, Jl. RA Kartini No 2. Query google akan membacanya dari lingkup besar ke lingkup detail. Akan lebih baik jika ada kode pos. Coba saja, ternyata membalik alamat jauh lebih membantu.

%d bloggers like this: