Ternyata bukan hanya ‘jalan ninja data hunter’ tapi memang benar-benar menjadi kebutuhan baru saat ini, karena pandemi. Kegiatan di kampus sekarang dibatasi. Di dalam ruang kerja hanya boleh maksimal 3 orang. Itu aturannya, kenyataannya hanya terisi oleh maksimal 2 orang. Kalau ada orang ketiga datang ke kantor, pasti ada diskusi apakah hanya sebentar, atau akan memutuskan tetap stay atau pindah tempat ke lounge misalnya. Dan yang tetap stay sangat jarang. Mereka disiplin akan protokol kesehatan masing-masing.

Remote komputer kampus

Kondisi memaksa kami untuk beradaptasi. Tidak bisa berlama-lama bekerja di kampus. Riset tetap harus jalan seperti rencana. Solusinya adalah work from home atau bisa juga research from home. Kenyataannya memang pekerjaan kami adalah melakukan riset. Dan ini tidaklah mudah. Kenyamanan bekerja di kampus dengan berbagai fasilitasnya tidak bisa tergantikan oleh kamar ukuran 4 x 5 meter, meskipun juga dilengkapi WiFi kenceng. Terutama menggunakan high performance computer (HPC) dari ThinkCenter Lenovo.

Meski demikian, fasilitas tetap diberikan oleh pihak kampus. Fleksibel sekali, ada yang membawa pulang kursi kerjanya. Adapula yang membawa pulang komputernya. Macam-macam yang dilakukan demi riset tetap berjalan. Saya sendiri hanya membawa pulang cangkir kopi kampus, itupun untuk dicuci dan dikembalikan lagi di hari senin nanti. Mau dicuci di kampus sudah keburu mau belanja waktu itu.

Yang saya lakukan adalah melanjutkan proses sebelumnya, remote computing. Kami mendapatkan fasilitas komputer middle end, bukan yang high end. Komputer middle end ini terhubung ke server yang high performance computer dimana kami memiliki fasilitas premium. Mau install software tinggal masuk ke software center, download dan install. Semisal tidak ada di situ, tinggal cari di website penyedianya kemudian meminta ijin ke ICT Help Desk. Inipun cukup melalui email kemudian ICT Desk akan mengubah U-number (semacam NIP) menjadi administrator account yang memiliki authority sebagai admin dan bisa install software dari luar layanan kampus. Perubahan account ini hanya bersifat sementara, sekitar 8 jam saja.

Bagaimana cara saya meremote komputer kampus? Apa yang saya lakukan ini legal, diperbolehkan oleh pihak kampus. Bagi yang memiliki komputer berbasis windows tinggal setting up saja di windowsnya. Langkah-langkahnya juga dijabarkan di website kampus dimana saya bekerja. Bagi yang berbeda operating system (OS), kami disarankan menggunakan Team Viewer. Karena OS komputer saya dan komputer kampus berbeda, maka langkah kedua ini yang dilakukan, menggunakan Team Viewer. Komputer di kampus hidup selama 24 jam dan 7 hari selama seminggu. Tidak pernah mati. Seluruh proses olah data bisa saya lakukan di komputer kampus maupun di komputer saya sendiri. Menggunakan SNAP (Sentinel Aplications Platform) untuk mengolah citra satelit dan juga Quantum GIS (QGIS). Seluruh file saya integrasikan dengan Onedrive, platform cloud dari Microsoft. Sangat kebetulan kampus dimana saya bekerja menggunakan platform yang sama, Microsoft 365. Saya integrasikan saja, sehingga meskipun saya bekerja di 2 komputer berbeda tetapi file yang kami operasikan sama.

Remote komputer untuk olah citra satelit

Takut file tertinggal di komputer kampus atau komputer rumah? – Itu tidak akan terjadi (inshaallah), asalkan internet lancar maka seluruh file yang ada di kedua komputer akan tersinkronisasi secara otomatis. Bahkan juga ada di cloud web miliknya microsoft yang sama-sama dilanggan oleh kedua kampus dimana saya berasal dan dimana saya bekerja saat ini. Remote computing ini sangat membantu proses riset saya, alasannya karena komputer pribadi saya bukanlah komputer high performance, middle end. Saya membutuhkan komputer yang memiliki performa lebih baik dan jawabannya ada di komputer kampus.

Self-service, tidak ada tenaga IT yang datang kemudian utak-atik komputer kita. Kami melakukan sendiri, kalau ada kesulitanpun paling cuma ada 2 solusi yaitu (1) diminta telpon kemudian ICT Staff akan memberikan tutorial, atau (2) komputer kita diremote oleh mereka. Praktis sekali.