Senangnya seorang guru itu adalah bertemu muridnya. Itu dari sisi profesi. Bukan sekedar bertemu tetapi bertukar pikiran, berdiskusi dan tentunya menjalin silaturahmi. Bukan hanya menunjukkan update terbaru mengenai ilmu pengetahuan namun lebih kepada sharing semata, karena terkadang justru mahasiswalah yang memiliki update atas ilmu dan skills. Dikala sharing maka akan terjadi synchronize, seperti halnya sharing data di sebuah komputer dengan cloud system. Itu saja, itulah sumber kebahagiaan atau kesenangan berasal. Sama halnya dikala bertemu sahabat lama, kemudian saling bertemu di salah satu warung, makan bareng kemudian ngobrol. Kesenangannya bukanlah di makannya tetapi obrolannya. Saling menanyakan kabar, update aktivitasnya sekarang dan berbagai update kepoisme lainnya. Itulah sumber dari kata ‘bahagia’ tercipta.

Sama halnya dengan pagi ini atau siang ini di belahan benua khatulistiwa. Sharing saja mengenai apa yang sudah dikerjakan dan akan dilakukan. Menjelaskan mengenai apa yang sudah dibaca kemudian menstrukturkan ide dan jadilah informasi untuk semuanya. Sama halnya dengan seorang chef yang menciptakan makanan dari berbagai bahan baru. Bahan-bahan yang banyak dan beragam, diolah sedemikian rupa menjadi makanan yang siap dinikmati. Itulah proses composing ide dan gagasan. Beragamnya Chef yang bertemu dengan satu bahan yang sama, akan berkreasi dan menjadikan bahan itu sesuatu yang berbeda.

Ya.. itu analogi yang sedikit mirip, setiap ilmuwan terkadang akan menangkap pelajaran berbeda atas sebuah hasil riset untuk kemudian digabungkan dengan metode lain, jadilah apa yang disebut inovasi. Lagi-lagi update. Dari sekarung dampak negatif pandemi covid-19, ada banyak hal positif yang bisa kita petik. Event hari ini saya rasa adalah salah satunya. Apakah mungkin bisa bertemu di zoom meeting kalau kita berada di pulau yang sama? – apakah akan terjadi tanya-jawab untuk saling mengklarifikasi mengenai apa yang dipikirkan dan dipahami? Belum tentu, kita ada di zaman dimana uncertainty begitu tinggi. Termasuk uncertainty yang sifatnya baik. Berbarengan dengan disnatalis himpunan mahasiswa AMIKOM Yogyakarta, hari ini kita bisa sharing mengenai tantangan kedepan perencanaan kota di dunia. Bukan hanya di Indonesia. Tahapan baru mewujudkan keberlanjutan, bukan hanya dari sisi ekonomi dan lingkungan, tetapi juga kesehatan.

Kota tidak hanya berbicara struktur ruang dan pola ruang, tetapi lebih dari itu yaitu dampak bagi manusia yang menempati. City and civilization, ada pembentukan karakter masyarakat yang berdiam diri, mendiami suatu lingkungan permukiman. Apa yang dipelajari akan mengubah dirinya kemudian mengubah sosialnya hingga lingkungannya. Sama halnya dengan pandemi sekarang ini, pelajaran yang bisa dipetik adalah bagaimana kita bisa mewujudkan kota sehat kedepannya. Bukan hanya mengandalkan perencanaan fisik dan ekonomi tetapi yang jauh terpenting adalah kesehatan. Kota sehat, mungkin akan tranding dalam beberapa tahun kedepan. Materi mengenai diskusi ini disajikan di bawah ini.