Grave, diantara dinginnya kota dan reframing ide

Tidak hanya dingin tetapi juga hujan. Sore ini saya melaju ke Grave, kota kecil berjarak 12,5 km PP (25 km) dari tempat dimana saya tinggal. Sendiri mengayuh sepeda onto sambil memegang gopro. Saya buat film dari perjalanan winter menyusuri sungai Meuse, salah satu sungai besar Belanda yang telah melahirkan banyak sekali ide-ide flood risk management … Continue reading Grave, diantara dinginnya kota dan reframing ide

Bekerja di Bibliotheek Cuijk

Bekerja untuk riset saya sendiri, bukan bekerja dalam arti menjadi staff perpustakaan di Pemda Cuijk. Seperti bahasa Prancis, perpustakaan diterjemahkan sebagai bibliotheek dan bukanlah library. Bukanya juga tidak rutin selayaknya perpustakaan di Indonesia. Terkadang jam 08.00 - 17.00, kadang juga jam 13.00 - 20.00. Seperti di kala saya menulis blog ini, datang di pukul 14.00 … Continue reading Bekerja di Bibliotheek Cuijk

Dedaunan mulai meranggas dan gugur

Autumn atau herfst dalam bahasa Belanda baru berlangsung. Dedaunan hijau telah berubah warna menjadi kuning keemasan dan berjatuhan, berserakan di sepanjang jalan. Suhu udara mulai menurun, kisaran 10° dan sesekali berada di bawahnya. Udaranya kering, tidak lembab dan tentu kurang bersahabat untuk saya yang memiliki alergi dingin dan bisa berakibat asma. Perjalanan 24 km ulang … Continue reading Dedaunan mulai meranggas dan gugur

24 km

Menu baru, 24 km, akan saya sajikan di sini. Angka yang muncul dari perkalian 12 x 2 = 24 yang berasal dari jarak rumah ke kampus. Masih berencana akan bersepeda setiap hari senin - rabu dan jumat ke kampus PP, perjalanan ulang-alik. Meski rencananya adalah 3 hari itu, namun saya juga tetap memperhitungkan cuaca. Dikala … Continue reading 24 km