Dari Sentinel 2 ke remote planning, ide kosong saja

Tulisan ini tidak berisi tutorial bagaimana membuat klasifikasi tutupan lahan, melainkan cerita saja saat mengajar anak-anak D4 PTRP Undip. Akhir bulan lalu (29/10/2021) saya mendapatkan kesempatan mengajar anak-anak studio lagi. Mereka yang sedang duduk di D4 sekolah vokasi Undip jurusan perencanaan tata ruang dan pertanahan (PTRP) belajar bagaimana menggunakan software untuk proses pemanenan data dan … Continue reading Dari Sentinel 2 ke remote planning, ide kosong saja

Data-behavior: melihat beda dari tumpukan data

Saya tidak tau apakah yang saya pikirkan benar, jadi kalau ada masukan atas tulisan ini, dipersilakan. Sejak akhir agustus lalu, mencari solusi atas model regresi yang tidak kuat. Istilah dalam statistiknya adalah tidak robust. Karena persoalan itu, saya meminta waktu rekan yang sedang sekolah di Groningen untuk berdiskusi. Kebetulan dia adalah ahlinya ahli matematika dan … Continue reading Data-behavior: melihat beda dari tumpukan data

Data cleaning adalah kunci analisis big data

Kembali ke data. ‘Sekarang sudah masuk era Big Data, harusnya perencanaan kota di Indonesia sudah mengakomodasinya’ - sering banget saya dengar diskusi seperti itu baik di forum ilmiah maupun non-ilmiah semacam ngabuburit dan kongko-kongko tanpa secangkir kopi. Dan itu tidak sepenuhnya salah, data science sendiri adalah ilmu tentang data. Menggunakan pivot di excel itu saja … Continue reading Data cleaning adalah kunci analisis big data

Butuh meja besar untuk menaruh semangkuk sup panas

Itu hanya perumpaan atas sebuah riset. Memang kita butuh 'meja besar' sebagai penyokong atau underpinning theory yang sedang diperdebatkan. Meja besar ini hanya tempat saja dan bukanlah wadah atas makanan yang akan disajikan. Meja ini adalah tempat untuk menempatkan semangkuk sup panas yang sedang kita masak sesuai dengan cara dan komposisi makanan yang dibuat. Ada … Continue reading Butuh meja besar untuk menaruh semangkuk sup panas

Gotong royong: metode belajar warga Diponegoro

Banyak cara menyelesaikan studi S3, selain yang utama yaitu mengerjakan riset, menulis dan mempublikasikannya. Ada gotong-royong, bareng-bareng mencurahkan setiap persoalan termasuk ide kemudian sama-sama menyelesaikan. Kebersamaan saling sharing untuk tujuan bersama. Ada collective action di sini melalui gotong royong. Rasanya ini menjadi metode yang bukan baru di masyarakat kita, merah-putih. Kebersamaan untuk mencapai tujuan bareng-bareng. … Continue reading Gotong royong: metode belajar warga Diponegoro

Kata sebagai besaran vektor

Yang tersulit dalam menulis itu bukanlah bagaimana menulis tetapi apa yang akan ditulis. Menurut saya ‘bagaimana menulis’ itu berkaitan dengan gaya tulisan, grammar menjadi bagian di dalamnya. Sedangkan ‘apa yang akan ditulis’ merujuk pada isi tulisan dan untuk apa, atau tujuan menulis. Dikala kita sudah mampu menunjukkan jari kita ke tujuan itu maka tahap selanjutnya … Continue reading Kata sebagai besaran vektor

Menstrukturkan ide dan menjelaskan inovasi baru

Tulisan itu adalah ekspresi dari apa yang dirasakan atau mengenai apa yang dipikirkan. Tulis saja, dan nanti akan ketemu polamu sendiri. Bisa juga mencari contekan pola tulisan orang lain, kemudian menuliskan ide menurut template pola orang lain itu. Apakah ada yang mau menyalahkan atau mungkin menilai lebih baik salah satu dari 2 pola itu? Simpan … Continue reading Menstrukturkan ide dan menjelaskan inovasi baru

Berbagi dikala pandemi

Senangnya seorang guru itu adalah bertemu muridnya. Itu dari sisi profesi. Bukan sekedar bertemu tetapi bertukar pikiran, berdiskusi dan tentunya menjalin silaturahmi. Bukan hanya menunjukkan update terbaru mengenai ilmu pengetahuan namun lebih kepada sharing semata, karena terkadang justru mahasiswalah yang memiliki update atas ilmu dan skills. Dikala sharing maka akan terjadi synchronize, seperti halnya sharing … Continue reading Berbagi dikala pandemi

Menentukan arah di rimbunnya literasi

Dalam studi PhD, kita harus menentukan arah diri sendiri. Supervisor atau pembimbing benar-benar bertugas sebagai guide dan bukanlah pemimpin rombongan. Mereka adalah translator dari ide ke diskusi dan debat ilmiah. Mereka juga yang mengantarkan kita kepada satu titik dimana kita sendiri yang harus menentukan. Mau ke kanan, ke kiri, ke depan atau justru ke belakang. … Continue reading Menentukan arah di rimbunnya literasi

Remote computing, next chapter

Ternyata bukan hanya ‘jalan ninja data hunter’ tapi memang benar-benar menjadi kebutuhan baru saat ini, karena pandemi. Kegiatan di kampus sekarang dibatasi. Di dalam ruang kerja hanya boleh maksimal 3 orang. Itu aturannya, kenyataannya hanya terisi oleh maksimal 2 orang. Kalau ada orang ketiga datang ke kantor, pasti ada diskusi apakah hanya sebentar, atau akan … Continue reading Remote computing, next chapter