Kata sebagai besaran vektor

Yang tersulit dalam menulis itu bukanlah bagaimana menulis tetapi apa yang akan ditulis. Menurut saya ‘bagaimana menulis’ itu berkaitan dengan gaya tulisan, grammar menjadi bagian di dalamnya. Sedangkan ‘apa yang akan ditulis’ merujuk pada isi tulisan dan untuk apa, atau tujuan menulis. Dikala kita sudah mampu menunjukkan jari kita ke tujuan itu maka tahap selanjutnya … Continue reading Kata sebagai besaran vektor

Menstrukturkan ide dan menjelaskan inovasi baru

Tulisan itu adalah ekspresi dari apa yang dirasakan atau mengenai apa yang dipikirkan. Tulis saja, dan nanti akan ketemu polamu sendiri. Bisa juga mencari contekan pola tulisan orang lain, kemudian menuliskan ide menurut template pola orang lain itu. Apakah ada yang mau menyalahkan atau mungkin menilai lebih baik salah satu dari 2 pola itu? Simpan … Continue reading Menstrukturkan ide dan menjelaskan inovasi baru

Remote supporter, new normal dunia kerja

Kamu ada dimana dan sedang mengerjakan apa? - Rasanya jarak antar benua sudah bukanlah 'real destination' yang diukur dalam satuan kilometer atau berapa jam waktu tempuh pesawat, tetapi seberapa besar kemanfaatan dan produktivitasnya. Tetap saja bekerja meskipun virtual, tetap bisa saling support dalam gawean. Teknologi yang dulu mungkin hanyalah mimpi, tetapi sekarang benar-benar terwujud. Produktivitas … Continue reading Remote supporter, new normal dunia kerja

Berbagi dikala pandemi

Senangnya seorang guru itu adalah bertemu muridnya. Itu dari sisi profesi. Bukan sekedar bertemu tetapi bertukar pikiran, berdiskusi dan tentunya menjalin silaturahmi. Bukan hanya menunjukkan update terbaru mengenai ilmu pengetahuan namun lebih kepada sharing semata, karena terkadang justru mahasiswalah yang memiliki update atas ilmu dan skills. Dikala sharing maka akan terjadi synchronize, seperti halnya sharing … Continue reading Berbagi dikala pandemi

Menentukan arah di rimbunnya literasi

Dalam studi PhD, kita harus menentukan arah diri sendiri. Supervisor atau pembimbing benar-benar bertugas sebagai guide dan bukanlah pemimpin rombongan. Mereka adalah translator dari ide ke diskusi dan debat ilmiah. Mereka juga yang mengantarkan kita kepada satu titik dimana kita sendiri yang harus menentukan. Mau ke kanan, ke kiri, ke depan atau justru ke belakang. … Continue reading Menentukan arah di rimbunnya literasi

Remote computing, next chapter

Ternyata bukan hanya ‘jalan ninja data hunter’ tapi memang benar-benar menjadi kebutuhan baru saat ini, karena pandemi. Kegiatan di kampus sekarang dibatasi. Di dalam ruang kerja hanya boleh maksimal 3 orang. Itu aturannya, kenyataannya hanya terisi oleh maksimal 2 orang. Kalau ada orang ketiga datang ke kantor, pasti ada diskusi apakah hanya sebentar, atau akan … Continue reading Remote computing, next chapter

Data sebagai infrastruktur utama smart city

Ini adalah materi untuk acara webinar kemarin mengenai Implementasi dan Strategi Mewujudkan Smart City. Acara yang diselenggarakan oleh kolega dari PSDKU Pekalongan ini mengundang Prof. Djunaedi dari UGM dan Walikota Surabaya, Pak Eri Cahyadi, MT. Prof. Djunaedi memaparkan apa itu smart city dari perspektif teoritis sedangkan Pak Eri memaparkan bagaimana Surabaya Smart City dibangun. Memang … Continue reading Data sebagai infrastruktur utama smart city

Big data, dilema kualitas data negeri pejuang

Big Data yang selama ini digandrungi tidak hebat-hebat amat. Menurut saya justru menjadi alternatif saja atas tidak adanya data berkualitas OKE di negeri para pejuang. Negara nan kaya akan sumber daya namun minim data. Masifnya open data men-share keterbukaan data dan informasi rasanya menjadi kontraproduktif. Kenapa saya mengatakan minim data sedangkan setiap kabupaten/ kota sudah … Continue reading Big data, dilema kualitas data negeri pejuang

Tujuh tantangan riset perkotaan kedepan

Kedepan, riset bidang studi perkotaan akan semakin beragam. Tidak hanya mengandalkan kuesioner dan form wawancara untuk mendapatkan data. Justru data-data itu bakal tersedia secara terbuka dan bisa kita download begitu mudah. Tidak lagi hanya mengandalkan 100 sampel dari berapapun jumlah populasinya. Lebih dari itu, mungkin bisa ribuan atau justru jutaan data. Dari tipe datanyapun akan … Continue reading Tujuh tantangan riset perkotaan kedepan

Ada 5 hal teknis webinar yang perlu dipertimbangkan

Webinar lagi! rasanya selama pandemi hampir setiap hari ada pengumuman mengenai webinar. Dari hal yang sepele seperti temu kangen alumni TK hingga hal-hal yang super serius. Memang pandemi covid-19 telah mengubah cara hidup dan juga cara berinteraksi satu sama lain. Tidak terkecuali di kala kita melakukan online meeting dan juga belajar daring bagi anak sekolahan. … Continue reading Ada 5 hal teknis webinar yang perlu dipertimbangkan