Akulturasi budoyo ning panganan

Ngene iki yen ono wong jowo merantau ning negorone poro bule. Tetep wae ra iso ngilangi jati dirine, tetep wong jowo. Ilatte tetep ilat jowo yen pas ngomong tetep wae medok. Menu maeman yo tetep balik ning selera asal, plataran khatulistiwa. Wedang manis, jangan pedes tetep ra iso pisah seko istilah panganan enak. Ora manis … Continue reading Akulturasi budoyo ning panganan

Mie ayam jamur Nijmegen

Anggap saja ini adalah edisi khusus. Biasanya saya menulis tentang kehidupan classroom, berbeda untuk kali ini. Meskipun judulnya mie ayam jamur Nijmegen, jangan berekspektasi mengenai tutorial cara membuatnya. Tidak, bukan itu, meskipun kami di sini mendadak chef. Harus belanja dan masak sendiri ketimbang jajan. Di edisi khusus ini, saya akan menulis tentang kolaborasi 4 mahasiswa … Continue reading Mie ayam jamur Nijmegen

Remote computing, jalan ninja data hunter

Ini bukanlah cloud computing dan juga bukan virtual machine. Ini adalah ‘jalan ninja’ yang bisa dilakukan karena keterbatasan infrastruktur. Berhubung harus ekstraksi informasi dari raw data berupa citra satelit dan foto, maka spek komputer yang digunakan musti berkategori high perfomance computer (HPC). Sedangkan komputer saya adalah MacBook Pro 2018, middle end, kemampuan menengah. Spek ini … Continue reading Remote computing, jalan ninja data hunter

Big data, dilema kualitas data negeri pejuang

Big Data yang selama ini digandrungi tidak hebat-hebat amat. Menurut saya justru menjadi alternatif saja atas tidak adanya data berkualitas OKE di negeri para pejuang. Negara nan kaya akan sumber daya namun minim data. Masifnya open data men-share keterbukaan data dan informasi rasanya menjadi kontraproduktif. Kenapa saya mengatakan minim data sedangkan setiap kabupaten/ kota sudah … Continue reading Big data, dilema kualitas data negeri pejuang

Tujuh tantangan riset perkotaan kedepan

Kedepan, riset bidang studi perkotaan akan semakin beragam. Tidak hanya mengandalkan kuesioner dan form wawancara untuk mendapatkan data. Justru data-data itu bakal tersedia secara terbuka dan bisa kita download begitu mudah. Tidak lagi hanya mengandalkan 100 sampel dari berapapun jumlah populasinya. Lebih dari itu, mungkin bisa ribuan atau justru jutaan data. Dari tipe datanyapun akan … Continue reading Tujuh tantangan riset perkotaan kedepan

Bertemu alumni di setiap instansi

Alumni planologi Undip itu ada dimana-mana. Diujung Aceh hingga Papua, semuanya ada. Tahun 2016 lalu dolan ke Meulaboh, ketemu senior 1999. Ada 2 senior di sini, itupun yang saya kenal. Mungkin saja lebih banyak lagi. Di Papua juga demikian. Apalagi kalau datang ke kantor Kementerian PU dan juga Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR), pasti … Continue reading Bertemu alumni di setiap instansi

Survei penelitian di tengah pandemi

Harus survei di kala pandemi. Tidak bisa dihindarkan, survei pendahuluan untuk riset sekolah. Lokasinya yang berada di luar kota mengharuskan menggunakan kendaraan umum ketimbang pribadi. Berada di Kabupaten Demak dan Kota Pekalongan. Demak itu kabupaten tetangga, jadi cukup starter motor butut dan meluncur. Kurang dari 1 jam, sudah sampai. Itupun tidak harus ngebut, cukup 60-70 … Continue reading Survei penelitian di tengah pandemi

Mengkonversi alamat ke titik koordinat

Tema riset ini sangat baru bagi saya. Spatial econometric, memandang kota dari ilmu ekonomi dan juga spasial. Sama halnya dengan teori Von Thunen dan Christaller, bukan hanya melihatnya dari penataan ruang tetapi juga nilai lahan. Di dalam penelitian ini, saya harus membahas perubahan harga lahan akibat bencana di wilayah pesisir Jawa Tengah. Menggunakan metode klasik … Continue reading Mengkonversi alamat ke titik koordinat

Bibliometric: navigasi perjalanan literatur

Saat mengawali studi PhD, hampir dipastikan kita bakal masuk ke hutan belantara literatur. Tidak tahu dimana main-entrance dan exit-entrance-nya. Tidak cukup proposal pendek 4 halaman yang sudah disetujui oleh supervisor melalui dikeluarkannya LoA (letter of acceptance) mengantarkan mau kemana kita akan pergi. Tetap saja harus mendalami dengan menggali setiap literatur. Sering pula para PhD student … Continue reading Bibliometric: navigasi perjalanan literatur

Harus memulai PhD di saat pandemi

New normal saya sedikit berbeda. Harus memulai proyek PhD di saat pandemi covid-19. Sebagai konsekuensinya, harus stay at home lebih lama. Harus tinggal di kota little netherland ketimbang di negeri aslinya. Untungnya saja tidak ada perkuliahan sama sekali semasa sekolah. Masuk pertama di pertengahan Mei, tetapi di administrasi tetap dimulai 1 Mei 2020. Proses bimbingan … Continue reading Harus memulai PhD di saat pandemi