Big data, dilema kualitas data negeri pejuang

Big Data yang selama ini digandrungi tidak hebat-hebat amat. Menurut saya justru menjadi alternatif saja atas tidak adanya data berkualitas OKE di negeri para pejuang. Negara nan kaya akan sumber daya namun minim data. Masifnya open data men-share keterbukaan data dan informasi rasanya menjadi kontraproduktif. Kenapa saya mengatakan minim data sedangkan setiap kabupaten/ kota sudah … Continue reading Big data, dilema kualitas data negeri pejuang

Tujuh tantangan riset perkotaan kedepan

Kedepan, riset bidang studi perkotaan akan semakin beragam. Tidak hanya mengandalkan kuesioner dan form wawancara untuk mendapatkan data. Justru data-data itu bakal tersedia secara terbuka dan bisa kita download begitu mudah. Tidak lagi hanya mengandalkan 100 sampel dari berapapun jumlah populasinya. Lebih dari itu, mungkin bisa ribuan atau justru jutaan data. Dari tipe datanyapun akan … Continue reading Tujuh tantangan riset perkotaan kedepan

Bertemu alumni di setiap instansi

Alumni planologi Undip itu ada dimana-mana. Diujung Aceh hingga Papua, semuanya ada. Tahun 2016 lalu dolan ke Meulaboh, ketemu senior 1999. Ada 2 senior di sini, itupun yang saya kenal. Mungkin saja lebih banyak lagi. Di Papua juga demikian. Apalagi kalau datang ke kantor Kementerian PU dan juga Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR), pasti … Continue reading Bertemu alumni di setiap instansi

Survei penelitian di tengah pandemi

Harus survei di kala pandemi. Tidak bisa dihindarkan, survei pendahuluan untuk riset sekolah. Lokasinya yang berada di luar kota mengharuskan menggunakan kendaraan umum ketimbang pribadi. Berada di Kabupaten Demak dan Kota Pekalongan. Demak itu kabupaten tetangga, jadi cukup starter motor butut dan meluncur. Kurang dari 1 jam, sudah sampai. Itupun tidak harus ngebut, cukup 60-70 … Continue reading Survei penelitian di tengah pandemi

Mengkonversi alamat ke titik koordinat

Tema riset ini sangat baru bagi saya. Spatial econometric, memandang kota dari ilmu ekonomi dan juga spasial. Sama halnya dengan teori Von Thunen dan Christaller, bukan hanya melihatnya dari penataan ruang tetapi juga nilai lahan. Di dalam penelitian ini, saya harus membahas perubahan harga lahan akibat bencana di wilayah pesisir Jawa Tengah. Menggunakan metode klasik … Continue reading Mengkonversi alamat ke titik koordinat

Bibliometric: navigasi perjalanan literatur

Saat mengawali studi PhD, hampir dipastikan kita bakal masuk ke hutan belantara literatur. Tidak tahu dimana main-entrance dan exit-entrance-nya. Tidak cukup proposal pendek 4 halaman yang sudah disetujui oleh supervisor melalui dikeluarkannya LoA (letter of acceptance) mengantarkan mau kemana kita akan pergi. Tetap saja harus mendalami dengan menggali setiap literatur. Sering pula para PhD student … Continue reading Bibliometric: navigasi perjalanan literatur

Harus memulai PhD di saat pandemi

New normal saya sedikit berbeda. Harus memulai proyek PhD di saat pandemi covid-19. Sebagai konsekuensinya, harus stay at home lebih lama. Harus tinggal di kota little netherland ketimbang di negeri aslinya. Untungnya saja tidak ada perkuliahan sama sekali semasa sekolah. Masuk pertama di pertengahan Mei, tetapi di administrasi tetap dimulai 1 Mei 2020. Proses bimbingan … Continue reading Harus memulai PhD di saat pandemi

Nijmegen, kota tertua di Belanda

Tulisan ini tidak akan menjelaskan apalagi memaparkan Kota Nijmegen. Saya rasa cukup mudah mencari informasi mengenai kota ini, setidaknya di wikipedia.org. Kota Tertua di Belanda yang sekarang justru menjadi 'kota termuda' ini akan menghiasi menu baru di blog saya ini. Bukan untuk mengeksplore eksotisme kota-kota cantik khas Eropa, terutama Belanda, tetapi selama 4 tahun kedepan … Continue reading Nijmegen, kota tertua di Belanda