Bertanggung jawab atas lidah

Sebenarnya bukan hanya lidah, bisa juga jari yang membantu mengetik di keyboard. Saya rasa sudah banyak contoh-contoh bagaimana powerful-nya sebuah kata yang bisa mengubah dunia. Orang mengucap kalimat syahadat (saja) sudah masuk Islam. Satu penggal kalimat yang diucapkan kurang dari 1 detik. Sama halnya dikala saya mengatakan saya terima nikahnya… dst, sudah jadi ikrar kemudian … Continue reading Bertanggung jawab atas lidah

Berbagi dikala pandemi

Senangnya seorang guru itu adalah bertemu muridnya. Itu dari sisi profesi. Bukan sekedar bertemu tetapi bertukar pikiran, berdiskusi dan tentunya menjalin silaturahmi. Bukan hanya menunjukkan update terbaru mengenai ilmu pengetahuan namun lebih kepada sharing semata, karena terkadang justru mahasiswalah yang memiliki update atas ilmu dan skills. Dikala sharing maka akan terjadi synchronize, seperti halnya sharing … Continue reading Berbagi dikala pandemi

Menentukan arah di rimbunnya literasi

Dalam studi PhD, kita harus menentukan arah diri sendiri. Supervisor atau pembimbing benar-benar bertugas sebagai guide dan bukanlah pemimpin rombongan. Mereka adalah translator dari ide ke diskusi dan debat ilmiah. Mereka juga yang mengantarkan kita kepada satu titik dimana kita sendiri yang harus menentukan. Mau ke kanan, ke kiri, ke depan atau justru ke belakang. … Continue reading Menentukan arah di rimbunnya literasi

Remote computing, next chapter

Ternyata bukan hanya ‘jalan ninja data hunter’ tapi memang benar-benar menjadi kebutuhan baru saat ini, karena pandemi. Kegiatan di kampus sekarang dibatasi. Di dalam ruang kerja hanya boleh maksimal 3 orang. Itu aturannya, kenyataannya hanya terisi oleh maksimal 2 orang. Kalau ada orang ketiga datang ke kantor, pasti ada diskusi apakah hanya sebentar, atau akan … Continue reading Remote computing, next chapter

Akulturasi budoyo ning panganan

Ngene iki yen ono wong jowo merantau ning negorone poro bule. Tetep wae ra iso ngilangi jati dirine, tetep wong jowo. Ilatte tetep ilat jowo yen pas ngomong tetep wae medok. Menu maeman yo tetep balik ning selera asal, plataran khatulistiwa. Wedang manis, jangan pedes tetep ra iso pisah seko istilah panganan enak. Ora manis … Continue reading Akulturasi budoyo ning panganan

Mie ayam jamur Nijmegen

Anggap saja ini adalah edisi khusus. Biasanya saya menulis tentang kehidupan classroom, berbeda untuk kali ini. Meskipun judulnya mie ayam jamur Nijmegen, jangan berekspektasi mengenai tutorial cara membuatnya. Tidak, bukan itu, meskipun kami di sini mendadak chef. Harus belanja dan masak sendiri ketimbang jajan. Di edisi khusus ini, saya akan menulis tentang kolaborasi 4 mahasiswa … Continue reading Mie ayam jamur Nijmegen

Remote computing, jalan ninja data hunter

Ini bukanlah cloud computing dan juga bukan virtual machine. Ini adalah ‘jalan ninja’ yang bisa dilakukan karena keterbatasan infrastruktur. Berhubung harus ekstraksi informasi dari raw data berupa citra satelit dan foto, maka spek komputer yang digunakan musti berkategori high perfomance computer (HPC). Sedangkan komputer saya adalah MacBook Pro 2018, middle end, kemampuan menengah. Spek ini … Continue reading Remote computing, jalan ninja data hunter

Data sebagai infrastruktur utama smart city

Ini adalah materi untuk acara webinar kemarin mengenai Implementasi dan Strategi Mewujudkan Smart City. Acara yang diselenggarakan oleh kolega dari PSDKU Pekalongan ini mengundang Prof. Djunaedi dari UGM dan Walikota Surabaya, Pak Eri Cahyadi, MT. Prof. Djunaedi memaparkan apa itu smart city dari perspektif teoritis sedangkan Pak Eri memaparkan bagaimana Surabaya Smart City dibangun. Memang … Continue reading Data sebagai infrastruktur utama smart city

Big data, dilema kualitas data negeri pejuang

Big Data yang selama ini digandrungi tidak hebat-hebat amat. Menurut saya justru menjadi alternatif saja atas tidak adanya data berkualitas OKE di negeri para pejuang. Negara nan kaya akan sumber daya namun minim data. Masifnya open data men-share keterbukaan data dan informasi rasanya menjadi kontraproduktif. Kenapa saya mengatakan minim data sedangkan setiap kabupaten/ kota sudah … Continue reading Big data, dilema kualitas data negeri pejuang

Tujuh tantangan riset perkotaan kedepan

Kedepan, riset bidang studi perkotaan akan semakin beragam. Tidak hanya mengandalkan kuesioner dan form wawancara untuk mendapatkan data. Justru data-data itu bakal tersedia secara terbuka dan bisa kita download begitu mudah. Tidak lagi hanya mengandalkan 100 sampel dari berapapun jumlah populasinya. Lebih dari itu, mungkin bisa ribuan atau justru jutaan data. Dari tipe datanyapun akan … Continue reading Tujuh tantangan riset perkotaan kedepan